In-Display Finger Print, Sensor Pemindai Sidik Jari Dalam Layar yang Lagi Trend

Sepertinya saat ini sedang trend smartphone dengan sensor pemindai sidik jari dalam layar atau in-display fingerprint. Kecanggihan dari teknologi keamanan smartphone berupa sensor pemindai sidik jari memang sudah mengundang kekaguman sejak pertengahan 2018 yang lalu.

Teknologi pemindai sidik jari di dalam layar sudah digunakan pada beberapa Smartphone seperti Huawei Mate 20 Pro, Vivo NEX dan OnePlus 6T serta masih banyak Smartfren terbaru lainnya yang juga membawa fitur ini. Vivo sendiri menjadi perusahaan smartphone pertama yang menyematkan sensor pemindai sidik jari di dalam layar, yang kemudian diikuti oleh brand brand smartphone lainnya.

Lalu apa sih teknologi yang digunakan hingga mampu menyematkan pemindai sidik jari dalam layar? Bagi pengguna yang masih awam akan teknologi yang satu ini. Dalam pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi bagaimana pemindai sidik jari bawah layar dapat bekerja, serta digunakan sebagai fitur keamanan canggih saat ini. Yuk, simak!

Bagaimana Pemindai Sidik Jari Bawah Layar Bekerja?

Fyi, teknologi pemindai sidik jari di bawah layar menggunakan sensor ultrasonik yang dikembangkan oleh Qualcomm. Teknologi ini berbasiskan optik dan telah dikembangkan oleh Synpnatic. Sederhananya fitur tersebut dapat bekerja karena terletak di panel layar OLED yang dapat memancarkan cahaya, ketika pengguna menempelkan sidik jari di layar depan. Melalui pancaran cahaya tersebut yang kemudian akan memantulkan sidik jari kedalam sensor dan pada saat itulah sidik jari akan terverifikasi.

Namun dilihat dari cara kerjanya teknologi ini masih memiliki proses yang memakan waktu sedikit lebih lama, dibandingkan touch id di iPhone maupun ponsel fingerprint sensor di Android pada umumnya. Akan tetapi dengan menggunakan sensor pemindai sidik jari bawah layar maka pengguna tidak perlu sering-sering mendaftarkan sidik jari.

Jadi ketika pengguna mendaftarkan sidik jari mereka Maka seolah-olah ada sensor sidik jari fisik yang ada di bawah layar, di mana fungsinya untuk membuka kunci ponsel ala smartphone. Pengguna cukup meletakkan jari diatas icon dan tekan dengan lembut maka secara otomatis layar ponsel akan terbuka.

In-Display Fingerprint Sensor, Pemindai Sidik Jari Ultrasonik

Penerapan sensor pemindai sidik jari di bawah layar juga dapat dilihat pada produk Samsung S10, dimana mereka menggunakan pemindai sidik jari Ultrasonic buatan Qualcomm. Melalui produk tersebut Samsung mengklaim memiliki konsep yang berbeda dengan pemindai sidik jari bawah layar lainnya.

Alasannya karena pemindai sidik jari dalam layar yang digunakan an-nuur lain masih menggunakan fotografi atau kapasitif, sedangkan milik Qualcomm sudah menggunakan suara ultrasonik. Tentu saja pengguna tidak akan bisa mendengar suara tersebut, namun gelombang suara tersebut yang digunakan untuk memetakan detail sidik jari pengguna.

Sehingga dengan fitur pemindai sidik jari ultrasonik tersebut memungkinkan pengguna dapat membuka layar smartphone hanya dengan menyentuhkan jari ke layar. Sederhananya pemindai sidik jari ultrasonik ini bekerja menggunakan pemancar dan penerima layaknya pemindai biasa. Gelombang ultrasonik yang ditransmisikan ke arah jari akan diletakkan di atas pemindai, sehingga membuat tekan pancaran gelombang terserap dan sebagian dipantulkan kembali ke sensor.

Tertarik untuk menggunakan smartphone yang memiliki fitur in display fingerprint? Jika Anda penasaran dengan kecanggihan keamanan pemindai sidik jari ini, maka Anda bisa mencobanya di smartphone yang memiliki fitur-fitur tersebut. Karena dengan sistem keamanan pemindai sidik jari dalam layar tentu akan membuat smartphone lebih aman.

Baca Juga : Permainan Menarik Penghasil Uang